Rabu, 15 Januari 2014

BERSYUKURLAH

Pagi ini sepulang dari belanja ke pasar. dijalan berpapasan dengan teman lamaku. bkn aku sombong kl tak ditegurnya aku tak akan mengenalnya. kulihat begitu kurus & kusam.
     Seperti biasa menanyakan kbr masing2. taklama dia menangis. mulailah bercerita ttg kehidupannya. dari mulai suaminya sdh meninggal sampai anak2nya yg tak berpengertian sama sekali. sesekali ada makian disana, aku hy bs mengelus punggungnya smbl beristighfar.
     Terakhir kutanyakan usahanya, dia menjawab berdagang, aku tanya dimana dia tinggal kontrak apa rmh sendiri, dia jwb rmh sendiri. aku langsung berhamdallah. Dia terdiam, aku ajak duduk sebentar. aku katakan padanya, seharusnya bersyukur lihat dibelakang kita kebetulan pasar dekat rel kereta. mereka mengontrak ditempat berbahaya. anak2 mrk byk yg menjadi pencuri, narkoba. Aku tunjukan ke seorang perempuan tua renta sdh menjemur nasi basi pemberian org2 sekitarnya, "itu Mak Siti. tgl sendiri, suaminya meninggal. anak tak punya" . Temanku terdiam, langsung berpamitan. Mdh2an saja potret sekitarnya menyadarkanya. itu juga pelajaran utkku agar senantiasa bersyukur. Alhamdulilllah

Rabu, 08 Januari 2014

KEDAI UMMI

Akhirnya aku tekadkan buka warung kecil2an. karena selama ku kerja diluar, anakku kurang terurus. hmmm...jualan apa yah yg blm ada didaerahku. kuputuskan jual camilan sosis, nudget, penganan dr ikan laut. utk minumnya aku jual pop ice bubble. ada 1 lg roti bakar yah blm ada yg jual. ada yg jual tp jauh sekali, lumayan perjalannnya. 
Hari pertama alhamdulilllah walau agak kaku melayaninya terutama menaruh bubble-nya, suka lupa akhirnya pd protes hehehe.... :D 
Roti bakarku yg paling laris, murah meriah. ditempat lain 7000 atau 9000. aku jual hanya 4000 u/ coklat, 5000/keju, 6000/kombinasi. 
Para tangga ada yg menatap tak percaya, ada pula yg sinis, maklum aku lahir kebetulan dr keluarga terpandang, abahku tokoh agama di daerahku. aku tak peduli toh mereka tak tahu apa yg aku butuhkan.  yang penting halalan thoyiban ceileeee....
Ada pelanggan setiaku namanya Amel, suka bingung apa maunya, krn dia penderita tuna rungu. kalau salah terima pesanan waaah ngamuk, bisa2 makanan yg salah pesan di lemparnya. pedagang lain kdg tak mau kalau Amel beli. tapi aku dengan ksabaran bisa melayaninya. akhirnya hampir tiap hari dia beli di kedaiku. 
Nama kedaiku "KEDAI UMMI" karena sekitarku memanggil ummi. 
Hari ini cukup sekian yah ceritaku nanti kusambung kembali. sholat ashar ach :D

ASISTEN JUALAN SARAPAN

Pagi yang berselimut awan hitam menambah dinginnya pagi ini. Aku bergegas membeli sarapan untuk anak2ku & aku. seperti biasa kalau aku membeli sesuatu selalu kusapa canda "assalamu'alaikum mbak hu yg cantik jelita idaman seluruh gang subur hehehe" biasanya dia akan menyambut dgn gelakan tawa smbl bilang "iya dong, tp yg ptg idaman ka karso(suaminya)".
Tapi kali ini beda, dia cuma tersenyum dgn wajah pucat. kutanyakan kenapa jawabnya lirih ga enak badan. memang kulihat wajahnya pucat pasi. kutaksir DM-nya naik. tak lama dia limbung, lsg terduduk. Aku panggil suaminya utk membawanya pulang. Dia lirih menolak "biarlah sekuatnya, dagangan msh byk, blm bs menutupi modal" Aku memang melihat byk sekali dagangannya. Aku beranikan diri utk menawarkan jasa utk membantu menjual dagangannya. nekatt hehehe.
"yakin bisa? katanya. Aku dgn nada canda menjawab "weiits apa sih yg ga bs, tenang dijamin hbs uang terkumpul deh"
Tapi gugup juga ketika ada yg beli. Aku dulu memang prnh berjualan sarapan thn 1998, tp itukan punyaku sendiri. Aku khawatir tak berkenan. Ach.... Bismillah saja deh. Mulai deh aku menyiapkan nasi uduk pesanan org, tapi yaitu karena sdh lma gak bungkus nasi uduk, kadang merosot hahahaha.... Aku nikmati berjualan sarapan. Ada saja orang yg iseng. wah kl yg jual Ummi Della, setiap pagi deh sempatin mampir buat sarapan. aku cm senyum walau kesel dgn canda isengnya.
Alhamdulillah laris maniiiisssss hbs terjual. kuserahkan uangnya ke mbak Hu. Dia bengong menerima uangnya. "memang sdh habis? tanyanya. aku jwb dgn nada canda "yaah mbak hu siapa dulu yg jualan, tgl was wes wos hbs deh" dia tertawa.
hmmmm.... senangnya bs membantu tetangga. apalagi penyakitnya sam dgn yg diderita emakku. Sedih kalau teringat emak, disaat terakhirnya aku tak bisa mendampinginya. Semoga emak bahagia disana. amiin YRA