Pagi yang berselimut awan hitam menambah dinginnya pagi ini. Aku bergegas membeli sarapan untuk anak2ku & aku. seperti biasa kalau aku membeli sesuatu selalu kusapa canda "assalamu'alaikum mbak hu yg cantik jelita idaman seluruh gang subur hehehe" biasanya dia akan menyambut dgn gelakan tawa smbl bilang "iya dong, tp yg ptg idaman ka karso(suaminya)".
Tapi kali ini beda, dia cuma tersenyum dgn wajah pucat. kutanyakan kenapa jawabnya lirih ga enak badan. memang kulihat wajahnya pucat pasi. kutaksir DM-nya naik. tak lama dia limbung, lsg terduduk. Aku panggil suaminya utk membawanya pulang. Dia lirih menolak "biarlah sekuatnya, dagangan msh byk, blm bs menutupi modal" Aku memang melihat byk sekali dagangannya. Aku beranikan diri utk menawarkan jasa utk membantu menjual dagangannya. nekatt hehehe.
"yakin bisa? katanya. Aku dgn nada canda menjawab "weiits apa sih yg ga bs, tenang dijamin hbs uang terkumpul deh"
Tapi gugup juga ketika ada yg beli. Aku dulu memang prnh berjualan sarapan thn 1998, tp itukan punyaku sendiri. Aku khawatir tak berkenan. Ach.... Bismillah saja deh. Mulai deh aku menyiapkan nasi uduk pesanan org, tapi yaitu karena sdh lma gak bungkus nasi uduk, kadang merosot hahahaha.... Aku nikmati berjualan sarapan. Ada saja orang yg iseng. wah kl yg jual Ummi Della, setiap pagi deh sempatin mampir buat sarapan. aku cm senyum walau kesel dgn canda isengnya.
Alhamdulillah laris maniiiisssss hbs terjual. kuserahkan uangnya ke mbak Hu. Dia bengong menerima uangnya. "memang sdh habis? tanyanya. aku jwb dgn nada canda "yaah mbak hu siapa dulu yg jualan, tgl was wes wos hbs deh" dia tertawa.
hmmmm.... senangnya bs membantu tetangga. apalagi penyakitnya sam dgn yg diderita emakku. Sedih kalau teringat emak, disaat terakhirnya aku tak bisa mendampinginya. Semoga emak bahagia disana. amiin YRA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar